Website Resmi SMKS ISLAM SUDIRMAN GRABAG

SMK Islam Sudirman Grabag Menerapkan Literasi dan Numerasi Sebagai Upaya Pengembangan Diri

Literasi dan numerasi merupakan kemampuan menganalisis bacaan yang mencangkup tulisan, simbol, angka, serta grafik dan memahami konsep dibalik tulisan tersebut. Mengacu pada hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 Indonesia menempati peringkat ke- 69 dunia da ke- 6 ASEAN. Hasil PISA 2022 menunjukkan peringkat hasil belajar literasi Indonesia naik 5 sampai 6 posisi dibanding PISA 2018.
Pada era globalisasi seperti sekarang ini dituntut untuk memiliki kemampuan dan kompetensi agar mampu bersaing. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki yaitu kemampuan literasi dan numerasi. Banyak yang beranggapan bahwa dalam menaikkan kemampuan literasi dan numerasi merupakan tanggung jawab guru Bahasa Indonesia dan guru Matematika saja. Padahal literasi dan numerasi dapat juga dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan, sebagai pelaku dalam dunia pendidikan, guru mata pelajaran tanpa terkecuali. Istilah literasi dan numerasi memang sudah sering kita dengar, akan tetapi untuk implementasinya banyak yang belum paham seperti apa.
Untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi di SMK Islam Sudirman Grabag beberapa kegiatan pembiasaan sudah mulai diterapkan. Kegiatan literasi dan numerasi yang yang dilakukan di sekolah antara lain:
1. Pembiasaan setiap pagi sebelum mengawali kegiatan pembelajaran, para siswa diminta untuk membaca doa sebelum belajar dan juga membaca Asmaul husna.
2. Pembiasaan ketika apel pagi secara bergiliran setiap kelas diarahkan ke perpustakaan untuk membaca. Bacaan yang mereka baca bersifat bebas. Seperti artikel, majalah, buku pelajaran ataupun novel. Siswa diminta membaca kurang lebih selama 10 menit. Setelah itu siswa diminta menuliskan inti dari buku yang telah mereka baca pada satu lembar kertas yang telah dipersiapkan oleh sekolah.
3. Setiap dua minggu sekali diadakan kegiatan mujahadah bersama di kampus 1 SMK Islam Sudirman Grabag.
4. Kegiatan lomba menulis cerpen, dan pidato Bahasa Inggris setiap ada kegiatan classmeet.
5. Kegiatan lomba tartil Quran dan lomba azan.
6. Kegiatan lomba menulis poster dengan berbagai tema. Contoh: bulliying, kenakalan remaja, bahaya merokok.
7. Sebelum melakukan praktek, dilakukan brefing untuk siswa TKR maupun Kuliner. Siswa jurusan kuliner diminta untuk mempelajari dahulu terkait isi maupun komposisi bahan ataupun barang- barang yang akan mereka gunakan selama praktek berlangsung.
8. Penerapan kegiatan literasi dan numerasi pada bidang TKR diantarannya:
• Penghitungan oversize silinder pada kendaraan. Yang membutuhkan 3 alat ukur yang berbeda dan penentuan oversize .
• Menghitung celah kampas rem belakang dengan tromol. Untuk menentukan celah rem tangan.
• Menghitung sudut Caster, sudut toe dan camber, untuk meluruskan keselarasan roda depan.
• Membuat grafik dan tabel data pada pembacaan sensor dan aktuator pada mesin, untuk menentukan kinerja mesin dan permasalahannya.
Beberapa hal di atas merupakan contoh penerapan kegiatan yang dilakukan sekolah untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi.
Penguatan literasi dan numerasi pada peserta didik memerlukan keterlibatan dan kerjasama yang baik dari berbagai pemangku kepentingan. Berbagai pihak yang terlibat, mulai dari tingkat pusat, daerah, hingga satuan pendidikan yang didampingi oleh Pengawas Sekolah. Peran penting kita sebagai guru menjadi ujung tombak dalam penguatan kemampuan literasi dan numerasi, melalui pembiasaan yang dilakukan selama proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah. Oleh karena itu pembiasaan pembelajaran yang berbasis literasi dan numerasi perlu diterapkan pada setiap mata pelajaran demi meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi pada peserta didik.

Share this 

Facebook
WhatsApp
Twitter
Email

Tinggalkan komentar